INFO
  •  Selamat datang di website resmi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan 
  •  Dahani Dahanai Tuntung Tulus 

Kesehatan

 

A.  SARANA KESEHATAN

Sarana kesehatan merupakan tempat  yang digunakan untuk menyelenggarakan pelayanan   kesehatan, baik peningkatan, pencegahan, pengobatan, maupun pemulihan yang  dilakukan  oleh  pemerintah  dan  atau  masyarakat  termasuk  swasta.  Sarana kesehatan meliputi puskesmas, puskesmas pembantu, rumah sakit, dan sarana kesehatan yang bersumber daya masyarakat.

1.   Puskesmas

Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan yang berada di wilayah kecamatan yang melaksanakan tugas-tugas operasional pembangunan kesehatan. Pembangunan puskesmas di tiap kecamatan memiliki peran yang sangat penting dalam memelihara kesehatan masyarakat.

Pada tahun 2015 jumlah Puskesmas di Kabupaten Barito Selatan sebanyak 12 buah. Secara konseptual, Puskesmas menganut konsep wilayah dan diharapkan dapat melayani sasaran penduduk rata-rata 30.000 penduduk. Dengan jumlah Puskesmas tersebut berarti 1 puskesmas di Kabupaten Barito Selatan rata-rata melayani sebanyak 10.525 jiwa.

Berdasarkan target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI, rasio puskesmas terhadap penduduk   (per 100.000 penduduk) adalah 8. Dengan data di atas, Kabupaten Barito Selatan memiliki rasio puskesmas terhadap penduduk sebesar 9,5. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Barito Selatan telah memenuhi target rasio tersebut.

Untuk   meningkatkan   mutu   pelayanan   kesehatan   di   puskesmas,   beberapa puskesmas telah ditingkatkan menjadi puskesmas perawatan. Jumlah puskesmas perawatan di Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2015 adalah 5 buah.

Sedangkan untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, setiap puskesmas ditunjang  oleh  puskesmas  pembantu  dan  Poskesdes/Polindes.  Jumlah  Puskesmas.

Pembantu pada tahun 2015 adalah 57 buah. Sedangkan jumlah poskesdes/polindes di Kabupaten Barito Selatan adalah 74 buah. Rasio Puskesmas Pembantu/Poskesdes/Polindes terhadap Puskesmas pada tahun 2015 rata-rata 11 : 1, artinya setiap Puskesmas didukung oleh 11 Puskesmas Pembantu/Poskesdes/Polindes dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bila dilihat dari jumlah Kelurahan/ Desa di Kabupaten Barito Selatan, maka semua Kelurahan/ Desa telah memiliki sarana atau fasilitas kesehatan. Di samping itu dalam melaksanakan tugas operasionalnya Puskesmas  di  Kabupaten  Barito  Selatan  didukung  juga  oleh  Puskemas  Keliling sebanyak 12 buah.

2.   Rumah Sakit

Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

Rumah sakit yang terdapat di wilayah Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2015 hanya 1 (satu) buah yaitu Rumah Sakit Jaraga Sasameh Buntok dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 121 buah. Sedangkan jenis pelayanan yang dilaksanakan adalah pelayanan jalan, rawat inap, dan gawat darurat.

Dengan jumlah rumah sakit yang ada, berarti rasio rumah sakit di Kabupaten Barito Selatan terhadap penduduk (per 500.000 penduduk) adalah 3,9. Hal ini berarti rasio yang ada masih belum memenuhi target Kementerian Kesehatan RI yang menetapkan sebesar 6 (2 rumah sakit untuk Kabupaten Barito Selatan). Akan Tetapi untuk rasio tempat tidur rumah sakit terhadap penduduk (per 100.000 penduduk) sudah memenuhi target Kementerian Kesehatan RI yang menetapkan sebesar 75 per 100.000.

Penduduk, sedangkan Rumah Jaraga Sasameh Buntok dengan jumlah tempat tidur sebanyak 121 buah, berarti rasio terhadap penduduk adalah 93,12 per 100.000.

3.   Sarana Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat

Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di masyarakat. Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu  (Pos  Pelayanan  Terpadu),  Poskesdes  (Pos  Kesehatan  Desa),  dan  POD (Pos Obat Desa), dan sebagainya.

Posyandu merupakan salah satu bentuk UKBM yang paling dikenal oleh masyarakat. Posyandu menyelenggarakan minimal 5 program prioritas yaitu kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, imunisasi dan penanggulangan diare. Untuk memantau perkembangannya posyandu dikelompokkan menjadi 4 strata yaitu posyandu strata pratama, posyandu strata madya, posyandu strata purnama, dan posyandu strata mandiri.

Jumlah Posyandu di Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2015 yang aktif sebanyak 161 buah dengan perincian sebagai berikut, posyandu pratama sebanyak 57 buah (35,4 %), posyandu madya sebanyak 78 buah (48,4 %), posyandu purnama sebanyak  24 buah (14,9 %), dan posyandu mandiri sebanyak 2 buah (1,2 %).

B.  TENAGA KESEHATAN

Berdasarkan Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ratio tenaga kesehatan per 100.000 penduduk berdasarkan kategori pada tahun 2015 diharapkan mencapai angka rasio sebagai berikut.

Menurut data ketenagaan dari Sub Bagian Umum Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan tahun 2015, di mana data yang dikumpulkan meliputi data jumlah dan jenis sumber daya manusia kesehatan yang ada di berbagai sarana kesehatan (Dinas Kesehatan, RSUD, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan Poskesdes). Jumlah tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Barito Selatan adalah 655 orang (Terdiri dari PNS/CPNS dan PTT/Kontrak).

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa ada 5 (empat) jenis tenaga kesehatan yang sudah memenuhi target rasio per 100.000 penduduk Kementerian Kesehatan RI tahun 2015 yaitu perawat, bidan, sarjana kesehatan masyarakat, dan Perawat Gigi dan keteknisan medis. Sebaliknya ada 8 (sembilan) jenis tenaga kesehatan yang masih di bawah target  rasio per 100.000 penduduk yaitu dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, apoteker, asisten apoteker,sanitarian, gizi dan keterapian fisik.

Kementerian Kesehatan menetapkan 4 (empat) jenis tenaga kesehatan yang harus diperhatikan keberadaannya yaitu dokter umum, dokter gigi, perawat, dan bidan. Bila dilihat pencapaian rasio keempat jenis tenaga tersebut, maka jumlah dokter umum dan dokter gigi masih dibawah target yang diharapkan. Namun untuk jumlah perawat dan bidan telah memenuhi target yang ditetapkan.

C.  PEMBIAYAAN KESEHATAN

Guna mendukung penyelenggaraan pembangunan kesehatan dibutuhkan pembiayaan kesehatan yang dapat menjamin kecukupan, pembelanjaan,    transfaransi, berkelanjutan,  efektif,  efisien,  dan  akuntabilitas.  Pembiayaan  kesehatan  merupakansuatu proses yang terus-menerus  dan  terkendali  agar  tersedia  dana  kesehatan  yang memadai dan berkesinambungan.

Penggalian dana sektor kesehatan diperoleh dari sumber dana APBD Kabupaten, APBD Provinsi dan APBN. Dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2015 adalah sebesar Rp. 51.662.887.260,- yang terdiri dari belanja langsung sebesar Rp. 20.409.385,500- dan belanja tidak langsung sebesar Rp.31.253.501.760. Untuk dana yang berasal dari APBD Provinsi yakni Dana Alokasi Khusus Kalteng Barigas sebesar 2.750.000.000,-.

Sementara dana kesehatan yang bersumber dari APBN yaitu sebesar Rp.11.075.909.700,00. Berdasarkan tiga jenis sumber pembiayaan tersebut, total anggaran  kesehatan  Kabupaten  Barito  Selatan  tahun  2015 adalah sebesar Rp.65.488.796.960,-.

Bila dibandingkan dengan total anggaran APBD Kabupaten Barito Selatan, maka proporsi anggaran kesehatan tahun 2015 adalah 5,32 % dari total APBD Kabupaten. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 6,39 %, maka pada tahun 2015 secara persentase terjadi penurunan anggaran kesehatan Dinas Kesehatan.

Berdasarkan anggaran kesehatan yang ada diketahui bahwa anggaran kesehatan per kapita adalah Rp. 501.411,060.. Persentase anggaran Dinas Kesehatan Tahun 2015 dapat dilihat pada gambar 5.3 berikut.

Diketahui bahwa pada tahun 2015 kecendrungan persentase anggaran kesehatan dari total APBD Kabupaten Barito Selatan terlihat menurun yaitu dari 6,39 % menjadi 5,32 %. Sedangkan untuk total anggaran kesehatan tahun 2015 (anggaran Dinas Kesehatan dan RSUD Kabupaten Barito Selatan) proporsinya yaitu diatas 10 % dari total anggaran Kabupaten.