INFO
  •  Selamat datang di website resmi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan 
  •  Dahani Dahanai Tuntung Tulus 

Status Transisi Pemulihan Bencana Karhutla

Rabu, 6 November 2019

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah menetapkan status transisi pemulihan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“Dari status siaga, dan tanggap darurat, saat ini kita sudah menetapkan status transisi pemulihan bencana Karhutla,” kata kepala pelaksana BPBD Barito Selatan, Alip Suraya, di Buntok, Kamis lalu.

Ia mengatakan, status ini dalam rangka pemulihan atau pendinginan setelah beberapa waktu lalu ditetapkannya status tanggap darurat.

“Status transisi pemulihan bencana yang ditetapkan ini hingga akhir Nopember 2019 mendatang, dan status ini dalam upaya penanganan paska kebakaran hutan dan lahan pada saat ditetapkannya status tanggap darurat bencana,” ucap Alip Suraya.

Ia mengatakan, pihaknya melalui petugas pada posko-posko yang ada dilapangan akan terus bersiap siaga, dan melakukan pendinginan pada lahan-lahan yang telah terbakar, dan masih ada apinya.

Petugas yang melaksanakan penanganan pada status transisi ini bukan petugas gabungan, akan tetapi ditangani langsung oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Selatan, dan kalau di kecamatan yang jauh penanganannya kita diserahkan pada petugas posko kecamatan yang terdiri dari Koramil, Polsek, dan masyarakat peduli api.

“Kita terus melakukan pemantauan titik api atau hotspot melalui BMKG, karena disana ada petugas kita yang menyampaikan laporan terkait hal itu dalam setiap harinya,” ucapnya.

Berdasarkan informasi dari petugas yang pihaknya yang ada di BMKG, kadang ada terpantau titik api, dan kalau ada pihaknya langsung menuju titik tersebut untuk melakukan pemadaman.

“Untuk hotspot yang terpantau kadang-kadang ada, namun jumlahnya jauh lebih sedikit jika dibandingkan pada saat ditetapkannya status tanggap darurat bencana Karhutla beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Menurut dia, titik api itu terpantau apabila ada warga yang membuka lahan dengan cara bakar, dan petugas kita langsung turun kelapangan untuk melakukan pemadaman pada titik api tersebut, dan pemadamannya dilakukan hingga api benar-benar padam.

Oleh karena itu ia mengimbau kepada masyarakat agar menahan diri supaya jangan membuka lahan dengan cara membakar.

“Kita mengharapkan partisipasi dan kesadaran masyarakat di daerah ini agar dalam membuka lahan supaya tidak dengan cara membakar,” demikian Alip Suraya.


Simpan sebagai :

Berita terkait :