INFO
  •  Selamat datang di website resmi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan 
  •  Dahani Dahanai Tuntung Tulus 

Pemkab Barsel Serius Menyikapi Angka Kemiskinan, Ini Buktinya

Rabu, 25 September 2019

Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) serius menyikapi angka kemiskinan di daerah. Melalui sejumlah program, eksekutif terus berupaya memenuhi hak dasar manusia yang meliputi ketersediaan pangan, fasilitas kesehatan dan pendidikan memadai, rasa aman dari tindakan kekerasan.

“Selain itu perumahan dan pertanahan, hingga penyetaraan kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan maupun panggung politik juga akan menjadi perhatian di tahun 2019 ini,” kata Wakil Bupati Barsel Satya Titiek Atyani Djoedir, Selasa (24/9).

Wabup mengatakan, bahwa program tersebut didukung dengan penguatan pemberdayaan masyarakat berupa penggiatan pelatihan yang bersifat meningkatkan potensi sumber daya manusia serta  menumbuhkan ketrampilan kerja dan membuka peluang usaha baru.

“Kemiskinan bukan hanya dilandasi ketidakmampuan seseorang dari sisi perekonomian, namun juga faktor lain seperti kesehatan, pendidikan hingga geografis desa. Kita ingin menjamin supaya kegiatan pembangunan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Satya.

Dijelaskan, evaluasi dinilai penting dijalankan sebagai tolak ukur keberhasilan pelaksanaan kegiatan di tahun 2019 ini. Menurut dia, kegiatan juga bermanfaat sebagai bahan masukan bersama guna menyiapkan langkah strategis pengentasan kemiskinan tahun 2019 dan tahun selanjutnya sehingga lebih terarah.

Mengingat fungsi evaluasi menentukan keberhasilan program dilakukan, kata orang nomor dua di jajaran Pemkab Barsel itu, mengimbau agar tim koordinasi penanggulangan kemiskinan serius mengikuti rangkaian kegiatan, serta menjalankan tugas sebaik mungkin, sesuai cluster yang ditentukan.

“Koordinasi wajib dikuatkan supaya kegiatan pembangunan berjalan berkesinambungan dan tepat sasaran. Sehingga pada saatnya, mampu menekan angka pengangguran serta menurunkan angka kemiskinan,”terangnya.

Menurut dia, bahwa program penanggulangan kemiskinan di daerah lebih ditekankan pada kegiatan yang bersifat pemberdayaan. Program diarahkan, kata dia,  dalam hal peningkatan sumber daya manusia seperti pelatihan ketrampilan dan penciptaan peluang usaha atau perekonomian baru.

“Komitmen tersebut dituangkan pemerintah dengan cara membentuk tiga buah tim koordinasi yang membidangi cluster penanggulangan kemiskinan,”imbuhnya.

Program yang dijalankan, tambah Satya,  mencakup subsidi beras miskin (raskin), bantuan langsung, bantuan bagi penyandang cacat dan anak yaitu piatu serta Program Keluarga Harapan (PKH). Untuk program pemberdayaan bagi masyarakat miskin dan hampir miskin, kata Satya, Instrumennya berupa PNPM Mandiri Pedesaan, PNPM Integrasi, Penguatan Kelembagaan Ekonomi Pedesaan, pembinaan dan pelatihan kelompok usaha ekonomi masyarakat, hingga Program – Program lainnya.

 


Simpan sebagai :

Berita terkait :