INFO
  •  Selamat datang di website resmi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan 
  •  Dahani Dahanai Tuntung Tulus 

BPBD Barito Selatan Intensifkan Penanganan Karhutla

Rabu, 25 September 2019

Saat ini status di Barito Selatan dinaikkan menjadi tanggap darurat bencana, setelah sebelumnya ditetapkan status siaga darurat bencana atas kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan pun diintensifkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Barsel.

Kepala BPBD Barsel mengatakan, penetapan status tanggap darurat ini berlangsung selama 14 hari terhitung mulai tanggal 20 September hingga 4 Oktober 2019.

“Naiknya status ini pun dikarenakan ISPU sudah berada pada level berbahaya,” kata Alip Suraya, Selasa, 24 September 2019.

Ia menjelaskan, dengan naiknya status menjadi tanggap, semua pihak diminta lebih intensif dalam melakukan penanganan, baik itu seluruh instansi dan lembaga harus bergerak.

“Kalau kita memang mau aman maka di samping upaya pemerintah, juga diperlukan partisipasi masyarakat. Tak terkecuali pula pihak perusahaan,” ucap dia.

Apalagi, sambungdia, kejadian karhutla di wilayah Barsel tidak bisa diprediksi, bahkan dalam sehari bisa saja terdapat 9 kejadian karhutla pada lokasi yang berbeda-beda.

Menurutnya, oleh sebab itu pihaknya yang selalu siaga selama 1×24 jam, meski demikian partisipasi semua pihak diperlukan untuk turun tangan membantu mengatasi karhutla ini.

Terlebih sarana dan prasarana milik BPBD Barsel bisa dikatakan kurang memadai.

Selama ini terang Alip, untuk memadamkan titik api, pihaknya dibantu oleh Damkar Barsel sebab merekalah yang memiliki tanki untuk menampung air, sedangkan BPBD sendiri tak mempunyai itu.

“Akan sulit untuk memadamkan lokasi kebakaran yang jauh dari sumber air, makanya BPBD perlu tanki air. Sementara menggunakan punya Damkar sebab saat ini kita masih belum ada,” ucap dia.

 


Simpan sebagai :

Berita terkait :