INFO
  •  Selamat datang di website resmi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan 
  •  Dahani Dahanai Tuntung Tulus 

Barito Selatan kembali perpanjang status darurat kebakaran lahan

Rabu, 21 Agustus 2019

Kabupaten Barito Selatan (Barsel), kembali perpanjang status menjadi darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Keputusan tersebut, berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Evaluasi Status Siaga Darurat Bencana Karhutla dan Perpanjangan Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla Tahun 2019. Kegiatan bertempat, di Aula Kantor Pemda Barsel Senin (19/8/2019).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel Alip Suraya SP, MM mengatakan, adapun kesimpulan dalam rakor tersebut sesuai data dari Pusdatin BPBD Hotspot di Barsel per tanggal 18 Agustus 2019 sebanyak 318 hotspot dan connfidant diatas 50 persen.

Dikatakannya, 254 hotspot dan dan connfidant diatas 70 persen sebanyak 104 hotspot. Sedangkan data hotspot, di wilayah Kecamatan dengan connfidant diatas 70 persen sebagai berikut.

“Kecamatan Dusun Hilir sebanyak 30 hotspot, Dusun Selatan 3 hotspot, Jenamas 38 hotspot, Karau Kuala 24 hotspot, Dusun Utara 0 hotspot dan Kecamatan Gunung Bintang Awai 0 hotspot,” katanya.

Sesuai data Pusdatin BPBD Barsel Kata Alip, kejadian Karhutla di Barsel per tanggal 18 Agustus 2019 sebanyak 26 kejadian dan sudah ditangani dengan luasan terbakar secara global 225,30 hektar.

“Sedangkan data, Dinas Lingkungan Hidupa (DLH) Barsel Indeks Standart Pencemaran Udara (ISPU) di kota buntok berada pada indeks NO2 : 0 dan SO2 : 25 ugram/m3 dengan kategori aman,”jelasnya.

Menurut Alip, sesuai data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Barsel visibility minimum harian sejak tanggal 10-17 Agustus 2019 berada dibawah 2 km, Fine Fuel Moisture Code (FFMC) tingkat kemudahan tterjadinya kebakaran periode Agustus-September 2019 diperkirakan tingkat kemudahan terjadinya kebakaran dengan kategori sangat mudah.

“Puncak, musim kemarau pada bulan Agustus 2019, curah hujan bulan Agustus-Oktober 2019 diperkirakan masih cukup rendah, perbandingan titik panas Juli-Agutus 2018 dengan tahun 2019 tingkat kepercayaan diatas 50 persen dibulan Juli 15:103 (meningkat sebesar 85,44 persen) pada bulan Agustus 36:141 (meningkat sebesar 74,47 persen,” terang Alip.

Ditambahkannya, memperhatikan hal tersebut berakhirnya status siaga darurat bencana Karhutla di Barsel selama 90 hari pada tanggal 17 Agustus 2019 dan menetapkan perpanjangan status siaga darurat bencana Karhutla selama 60 hari sejak tanggal 18 Agustus hinga 17 Oktober 2019.

Intinya, seluruh pihak secara bersama-sama dan terus-menerus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bencana Karhutla. Baik secara langsung, maupun melalui media massa, media sosial dan media informasi lainnya.

“Dengan dilaksanakannya rakor ini, kita berharap semuanya akan tertangani dan tertanggulangi sehingga Kabupaten Barsel bebas dari asap,” pungkas Alip Suraya.

Kegiatan tersebut dihadiri, Asisten I Setda Barsel Drs Jumadi, perwakilan Kodim, Polres dan Kejari Buntok, DLH Barsel, Pol PP dan Damkar, perwakilan RSUD Jaraga Sasameh Buntok, BPBD Barsel, Camat Se-Barsel yang diwakili, BMKG Barsel, Manggala Agni Daops Muara Teweh, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Barsel, Tagana Barsel dan Orari Barsel

 


Simpan sebagai :

Berita terkait :