INFO
  •  Selamat datang di website resmi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan 
  •  Dahani Dahanai Tuntung Tulus 

Berdasarkan Surat Edaran RSUD Hentikan Pemakaian Obat Ranitidin untuk Keperluan Medis

Senin, 21 Oktober 2019

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan (Barsel)  telah mengeluarkan surat edaran agar obat Ranitidin sebagai penurun asam lambung tidak digunakan dalam penanganan medis di Rumah Sakit di Kota Buntok,

Terkait hal tersebut,  Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan imbauan untuk melarang penggunaan obat Ranitidin.

Direktur Utama RSUD Jaraga Sasameh Buntok Dr Leonardus mengungkapkan berdasarkan surat edaran untuk penarikan atas penggunaan obat ranitidin yang terkontaminasi  N-Nitrosodimethylamine (NDMA) pihaknya sudah mengehentikan pemakain obat tersebut untuk keperluan medis.

"Dengan adanya edaran dari Dinkes Barsel, kita sudah tidak menggunakan obat jenis Ranitidin lagi di RS Jarse Buntok,” ungkap Leonardus, Sabtu kemarin.

Selain itu, menurut Leonardus, larangan penggunaan ranitidin juga sudah disosialisasikan kepada semua kalangan rumah sakit, baik itu dokter jaga atau semua dokter yang bertugas di RSUD Jaraga Sasameh Buntok.

"Dengan adanya edaran itu kita sudah informasikan untuk semua dokter, supaya tidak memberikan resep penggunaan ranitidin, baik kepada pasien maupun resep-resep lainya,” tegas Leonardus.

Dengan ditariknya obat tersebut tidak lantas membuat pihak RSUD kekurangan obat, "Sementara kita memberikan obat dengan jenis yang sama kegunaannya namun tidak terkontaminasi oleh NDMA,” ujarnya.

Untuk saat ini pihaknya hanya menggunakan obat yang jenis yang sama namun tidak terkontaminasi NDMA.


Simpan sebagai :

Berita terkait :